Kamis, 26 November 2009

Awas, Makanan Transgenik !


Tanaman transgenik adalah tanaman yang telah direkayasa bentuk maupun kualitasnya melalui penyisipan gen atau DNA binatang, bakteri, mikroba, atau virus untuk tujuan tertentu

Mungkin tak ada orang yang tidak suka dengan tempe atau tahu. Dua jenis makanan ini telah sangat akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Selain harganya murah, juga dikenal enak dan bergizi. Tapi, tahukah Anda, bahwa sebagian besar bahan bakunya berasal dari kedelai impor, yang kemungkinan besar adalah kedelai hasil rekayasa genetik alias kedelai transgenik?
Menurut ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Huzna Zahir, produk makanan transgenik dapat mengakibatkan kelambanan pertumbuhan dan kegagalan repro-duksi bagi manusia. YLKI bahkan sudah melakukan pengujian terhadap produk-produk tersebut. “Tahun 2002 lalu beberapa tempe dan tahu kita uji. Kemudian (ditemukan) ada beberapa turunan lain. Itu positif transgenik. Tahun 2005 kita konsen ke produk kemasan dan kita temukan ada tiga sampel yang positif, dua turunan kentang dan satu turunan jagung pada produk impor jadi. Ada (merek) Prinsley, Mister Potatoes, dan Honig,” kata Huzna Zahir dalam sebuah konferensi pers.

Gen Peningkat Kualitas

Tanaman transgenik adalah tanaman yang telah direkayasa bentuk maupun kualitasnya melalui penyisipan gen atau DNA binatang, bakteri, mikroba, atau virus untuk tujuan tertentu. Misal, tomat yang disisipi gen ikan agar tahan beku atau kedelai yang disuntik gen bakteri dalam tanah. Transgenik menjadi alternatif agar hasil panen tahan dingin, melimpah, dan tak mempan hama. Bahkan, tanaman direkayasa agar mampu membunuh hama yang menyerang tumbuhan tersebut. Metode rekayasa genetika sebenarnya telah lama dilakukan diberbagai bidang, termasuk pertanian. Alasannya, karena keterbatasan lahan sementara kebutuhan bahan pangan terus meningkat. Se-hingga, tanaman hasil rekayasa genetika alias transgenik dianggap sebagai pilihan penyediaan sumber pangan di masa depan. Menurut M. Herman, peneliti di Balai Besar Litbang Biotek-nologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, tanaman hasil rekayasa genetik (Genetically Modified Orga-nism), sebetulnya hanyalah sebagai pelengkap, jika teknologi konvensio-nal menghadapi kendala.

Beberapa Bahan Makanan yang Banyak Berasal dari Bibit Transgenik

Produk yang terbuat dari kacang kedelai: tepung kedelai, minyak kedelai, tahu, tempe, tauco, susu kedelai, ekstrak sayuran. Atau produk lain yang merupakan turunan kedelai transgenik seperti vitamin E, sereal, es krim, biskuit, roti, permen, makanan gorengan, tepung, saus, dan lain-lain.
Produk yang terbuat dari jagung. Misalnya tepung jagung, minyak ja-gung, pemanis jagung, sirop jagung. Kemudian produk turunan jagung transgenik seperti vitamin C, keripik, es krim, formula bayi, kecap, soda, dan lain-lain.
Produk yang terbuat dari kentang, seperti keripik kentang, tepung kanji kentang, dan lain-lain.
Produk yang terbuat dari tomat, seperti saus, pasta tomat, pizza, lasagna, dan lainnya.
Produk susu yang diambil dari sapi yang diberi hormon pertumbuhan sapi transgenik (atau rBGH di AS) seperti susu, keju, mentega, krim, yogurt, dan lain-lain.
Zat-zat aditif yang mungkin berasal dari sumber transgenik, yaitu lesithin kedelai/lesithin (E322), pewarna karamel (E150), riboflavin (vitamin B2), enzim chymosin (enzim yang dipakai untuk membuat keju vegetarian, alpha amilase yang digunakan untuk membuat gula putih, dan lain-lain)

Aman Dikonsumsi, Asal…

Sangatlah sulit membedakan antara produk makanan transgenik dan makanan biasa. Apalagi bagi masyarakat awam. Perbedaan itu hanya dapat dilihat melalui uji laboratorium. Tanpa pelabelan, para konsumen tidak bisa membedakan. Tiadanya pelabelan ini membuat masyarakat selalu was-was dalam membeli makanan.
Nah, mau tidak mau, sebagai konsumen kita dituntut untuk cermat me-milih. Jika tidak, bisa jadi kita telah mengonsumsi bahan pangan dari ta-naman transgenik tanpa menyadari-nya, juga tanpa mengetahui kandung-an apa saja yang terdapat di dalamnya. Jika makanan tersebut merupakan impor, maka pada kemasan makanan akan tercantum kode MD/ML, yakni tanda khusus dari Badan POM yang menunjukkan bahwa produk tersebut sudah diuji keamanannya. Dan untuk produk makanan dengan ka-tegori ‘makanan transgenik’, maka secara administratif, wajib dicantumkan pada kemasan makanan tersebut.
• @n/www.halalguide.info & majalah Femina.#muzakki.com#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar